Selasa, 15 April 2014

Main-Main Nasib Ahli Yang Mahal

Manufacturing Hope 123



Saya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson.
Dia sudah enak hidup di Jepang. Sekolahnya pintar dan setelah lulus pun langsung diminta untuk bekerja di perusahaan besar di sana.
Gajinya bagus dan karirnya melejit. Perusahaan itu juga memberikan lapangan yang luas yang bisa dia pakai untuk berkiprah.
Ricky Elson menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Terutama di bidang motor listrik. Anak yang begitu lulus SMA di Padang ini langsung sekolah di Jepang, menjadi anak emas di sana.
Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang.

Embung Budi dan Ceremende Ayam Bakar Masngut

Manufacturing Hope 122



Saya akan berkisah mengenai dua orang yang begitu memberi harapan. Masngut di Blitar dan Budi Dharmawan di Semarang. Dua-duanya sudah berumur lebih 70 tahun tapi masih saja das-des. Saya berinteraksi dengan Pak Budi minggu lalu dan dengan Pak Masngut Minggu pagi kemarin.
Pak Budi mengajak saya ke desa Wonokerto, sebuah desa di pelosok gunung Kabupaten Semarang. Saya sampai naik ojek untuk bisa masuk desa dengan jalan yang gonjang-ganjing. Mengejar waktu.
Pak Budi membina 100 orang di sini. Tanah mereka yang selama ini banyak menganggur ditanami buah naga. Pertamina menjadi pemberi modalnya.

Sayang Ibu Demi Gerakan Satu Juta

Manufacturing Hope 121


Inilah kampanye yang bukan untuk Pemilu. Inilah kampanye untuk menyiapkan Indonesia masa depan: gerakan sayang ibu.
Targetnya memenangkan hati ibu-ibu untuk mau menerima aliran gas alam ke dapur-dapur di rumah mereka. Melalui pipa. Bukan melalui tabung.
Juru kampanye yang satu ini bukan tokoh-tokoh nasional, melainkan ibu-ibu dari sebuah RT di Jakarta Timur. Yakni RT 09 RW 12 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit.