Label

Tampilkan postingan dengan label MANUFACTURING HOPE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANUFACTURING HOPE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

Kemandirian Cuci Darah dan Infus dari Madura

Manufacturing Hope 125



Kemandirian bangsa juga segera terwujud di bidang ini: garam kesehatan dan garam minuman.

Selama ini kebutuhan garam untuk kesehatan 100 persen harus diimpor. Ini baru saya ketahui ketika awal-awal menjabat menteri BUMN. Waktu itu saya bertanya kepada direksi PT Kimia Farma, obat apa saja yang kita belum bisa buat.

Jawabnya ternyata: semua belum bisa bikin. Bahan baku obat kita semuanya masih harus diimpor.

Memang beberapa obat sudah dibuat di dalam negeri. Termasuk obat lamifudin untuk HIV, tapi bahan bakunya impor. Demikian juga obat-obat generik, semuanya menggunakan bahan baku dari luar negeri.

Dengan semangat kebangkitan industri dalam negeri, saya minta kepada direksi Kimia Farma untuk menyusun daftar obat apa saja yang mungkin akan bisa kita buat bahan bakunya. Saya minta dimulai dari yang paling mudah.

Senin, 21 April 2014

Minum Spirulina Mahmud dan Menunggu Sidiq

Manufacturing Hope 124
Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN



Dua anak muda ini gigihnya bukan main. Mahmud dan Sidiq. Mahmud baru lulus dari jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro Semarang, dan Sidiq masih kuliah di Teknik Mesin Universitas Brawijaya Malang.

Dua bulan lalu ketika saya bermalam di satu desa di pinggir hutan di pedalaman Wonogiri, Jawa Tengah, Mahmud nguber saya sampai ke desa itu.

Senja amat mendung. Hujan renyai-renyai tidak kunjung berhenti. Di suasana senja yang dingin itu Mahmud menyusul saya ke masjid desa.

Meski langit sudah gelap, saat maghrib ternyata masih lama. Mahmud membuka laptopnya. Dengan berapi-api dia mendesak saya. “Pemerintah harus turun tangan. Jangan mengabaikan penemuan saya ini,” katanya.

Saya dengarkan terus penjelasannya yang bertubi-tubi itu. Ditonton orang-orang desa yang siap-siap berjamaah maghrib. Di mata yang mendengarkan penjelasan itu pemerintah terkesan jelek sekali. Tidak membantu dan mengakomodasikan penemuan seperti ini.

Kamis, 17 April 2014

5 Pengakuan Ricky pencipta mobil listrik menolak balik ke Jepang


5 Pengakuan Ricky pencipta mobil listrik menolak balik ke Jepang :
  • 1.Belajar di Jepang, terapkan di Indonesia

Ricky belajar mengenai teknologi di Jepang sebelum akhirnya dirayu Dahlan untuk kembali dan mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Dalam pandangannya, ilmu yang diperolehnya di Jepang jauh lebih berguna untuk bangsanya sendiri.
"Memang di Jepang itu nyaman dan kehidupan teratur. Tapi itu bukan tujuan saya. Tugas saya belajar dulu di Jepang dan diterapkan Indonesia," ujar Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, selasa (15/4)
  • 2.Berkarya untuk Indonesia

Ricky Elson mengakui bahwa hidup di Jepang menyenangkan. Namun, dia tidak sampai hati meninggalkan tanah air Indonesia untuk kembali ke negeri Sakura. Menurutnya, ada kesempatan emas untuk berkarya bagi bangsanya sendiri.
"Bodoh banget saya kalau sampai balik lagi ke Jepang. Di sini ada kesempatan kenapa harus lari lagi. Kalau masalah izin, selagi ada upaya pasti ada jalan," tegas Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, selasa (15/4).

Selasa, 15 April 2014

Daun Hijau Dahlan Iskan di Pelosok Negeri




Setelah menjalani operasi ganti hati pada tahun 2007. Dahlan Iskan berjanji pada dirinya sendiri. Setelah sembuh, dia tidak akan bekerja untuk mencari uang kembali. Ratusan perusahaan keluarga akan dia lepaskan pengelolaannya.

Hanya tiga hal yang ingin dia lakukan. Menulis buku-buku, menjadi guru jurnalistik, dan mengelola pondok pesantren.

Rencana Dahlan Iskan itu tidak berjalan mulus. Pada tahun 2009 presiden SBY memintanya menjadi Dirut PLN. Setelah berhasil mengatasi krisis listrik dan jutaan daftar tunggu, pada tahun 2011 Dahlan Iskan diminta lagi menjadi Menteri BUMN.

Tapi Janjinya untuk tidak bekerja mencari uang tetap dia tepati. Selama menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN. Tidak pernah dia mengambil gaji dan semua fasilitas yang disediakan, termasuk rumah dinas, mobil dinas, dan berbagai macam tunjangan. Semua gajinya diserahkan kepada madrasah, yayasan sosial, dan pengembangan mobil listrik.

Sekarang Dahlan Iskan mengikuti konvensi Partai Demokrat. Ketika memaparkan visi-misinya,

Dahlan Iskan: Orang Pintar Belum Tentu Jujur




[BALIGE] Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan mengatakan, mencari orang pintar jauh lebih gampang dibanding cari orang yang berkarakter baik, jujur, tidak gampang tergoda dan belok-belok jalannya. 

Untuk ke depan nanti orang pintar akan semakin banyak, tetapi orang yang berkharakter sedikit.

Orang pintar yang berkharakter mungkin lebih sedikit lagi, tapi itulah yang kompetitif dan akan dicari orang sebagai pemimpin. Orang seperti inilah nanti yang akan dipertandingkan.

"Andaikata misalnya saya harus mencari direktur keuangan, saya akan lebih memilih orang yang memiliki sikap keuangan daripada ahli keuangan. Memiliki sikap keuangan berarti dia berpikir riil, melihat kenyataan dan kebutuhan sehari-hari, kritis, memiliki hati dan jujur. Sedangkan ahli keuangan, ia akan memainkan berbagai model teori dan rumus-rumus dan belum tentu memiliki sikap keuangan," kata Dahlan Iskan di hadapan ratusan siswa dan orangtua siswa serta para tokoh nasional dan lokal yang hadir di TB Silalahi Center, Sabtu (12/4).

Ricky, Pencipta Mobil Listrik Lokal, Resmi Bertahan di Indonesia


Selalu ada jalan untuk niat baik. Terima kasih inspirasinya Uda Ricky:)

----

Ricky pencipta mobil listrik lokal, resmi bertahan di Indonesia


Merdeka.com - Ricky Elson yang kerap dijuluki 'Putra Petir' oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, urung kembali ke perusahaan lamanya di Jepang. Dia memutuskan untuk meneruskan beberapa proyek pengembangan listrik di bengkel kerjanya, kawasan Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat. Mulai dari mobil listrik sampai turbin listrik hidro.

Kepastian itu terungkap dalam laman Facebook miliknya, hari ini, Selasa (15/4). Dia mengaku mendapat dukungan dari rekan di Malaysia supaya tak menyerah, kendati beberapa produk kreasinya belum didukung beberapa instansi pemerintah. Sahabat dari negeri jiran itu bahkan memberikan dukungan finansial baginya mengembangkan pelbagai teknologi listrik terapan.

"Dari telfon di negri seberang (Malaysia) seorang saudara yg hatinya telah digerakkan oleh SANG PENGUASA HATI, berkata, Ricky, teruskan perjuanganmu di Indonesia. InsyaAllah, kami di sini dengan izinNYA, akan memberikan dukungan finansial utk 1thn kedepan atas upaya pengembangan teknologi dan pembimbingan generasi muda dalam RnD teknologi yg bermanfaat utk rakyat," demikian tulis Ricky dalam laman Facebooknya tiga jam lalu seperti dikutip merdeka.com.

Ini Tantangan BUMN Garap Tol Listrik 1.000 Km di Sumatera

Ini adalah hasil ide yang out of the box. Ide Tol Listrik yang pertama di dunia. Menyambungkan listrik dari sumatera bagian selatan yang murah dikirim ke sumatera bagian utara. Di bayar berdasarkan panjang transmisi yang ditempuh.

Pemegang saham dilibatkan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten.

***




Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mencanangkan akan membangun transmisi listrik ekstra tinggi 500 kilovolt (kV) atau jalan tol listrik di sepanjang jalur Sumatera.
Namun untuk membangun kabel listrik sepanjang 1.000 kilometer (km) tidaklah mudah karena harus melewati gunung dan hutan lindung. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan, hal itu akan menjadi tantangan tersendiri yang harus dipecahkan konsorsium BUMN Karya yang ditugaskan membangun transmisi ini.

"Proyek yang dulu kan bentangan kawat harus lewat sini, tidak peduli boleh tidak lewat situ. Proyek kali ini nanti mungkin tidak begitu. Boleh tidak lewat sini, kalau tidak kita belokkan," papar Dahlan seperti yang ditulis, Minggu (13/4/2014).

Untuk itu, Dahlan mengaku akan secara langsung terjun ke lapangan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah demi kelancaran proyek tersebut. Bahkan Dahlan menjadwalkan setiap dua minggu sekali akan menggelar rapat dengan beberapa pemerintah daerah.

Main-Main Nasib Ahli Yang Mahal

Manufacturing Hope 123



Saya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson.
Dia sudah enak hidup di Jepang. Sekolahnya pintar dan setelah lulus pun langsung diminta untuk bekerja di perusahaan besar di sana.
Gajinya bagus dan karirnya melejit. Perusahaan itu juga memberikan lapangan yang luas yang bisa dia pakai untuk berkiprah.
Ricky Elson menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Terutama di bidang motor listrik. Anak yang begitu lulus SMA di Padang ini langsung sekolah di Jepang, menjadi anak emas di sana.
Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang.

Embung Budi dan Ceremende Ayam Bakar Masngut

Manufacturing Hope 122



Saya akan berkisah mengenai dua orang yang begitu memberi harapan. Masngut di Blitar dan Budi Dharmawan di Semarang. Dua-duanya sudah berumur lebih 70 tahun tapi masih saja das-des. Saya berinteraksi dengan Pak Budi minggu lalu dan dengan Pak Masngut Minggu pagi kemarin.
Pak Budi mengajak saya ke desa Wonokerto, sebuah desa di pelosok gunung Kabupaten Semarang. Saya sampai naik ojek untuk bisa masuk desa dengan jalan yang gonjang-ganjing. Mengejar waktu.
Pak Budi membina 100 orang di sini. Tanah mereka yang selama ini banyak menganggur ditanami buah naga. Pertamina menjadi pemberi modalnya.

Sayang Ibu Demi Gerakan Satu Juta

Manufacturing Hope 121


Inilah kampanye yang bukan untuk Pemilu. Inilah kampanye untuk menyiapkan Indonesia masa depan: gerakan sayang ibu.
Targetnya memenangkan hati ibu-ibu untuk mau menerima aliran gas alam ke dapur-dapur di rumah mereka. Melalui pipa. Bukan melalui tabung.
Juru kampanye yang satu ini bukan tokoh-tokoh nasional, melainkan ibu-ibu dari sebuah RT di Jakarta Timur. Yakni RT 09 RW 12 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit.

Minggu, 16 Maret 2014

Tommy Setelah Cuci Darah Melulu

MANUFACTURING HOPE 119

Oleh Dahlan Iskan 
Menteri BUMN


Ini juga kabar gembira. Ketika adik kita Hafidz menjalani transplantasi hati di RS Pertamedika Sentul, Direktur Utama PT Angkasa Pura 1 (Persero), Tommy Soetomo, juga menjalani transplantasi ginjal di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dua-duanya sukses.
Kalau Hafidz sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa, Tommy sudah saya izinkan masuk kantor. Senin lalu. Dengan beberapa pembatasan. Misalnya, selama sebulan ke depan masih tidak saya izinkan naik pesawat.
Biarlah Tommy menjauh dulu dari sumber-sumber infeksi. Termasuk ketika berada di kantor pun harus dijauhkan dari sumber infeksi. Transplantasinya sudah sukses, jangan sampai pasca transplantasinya gagal.
Tommy adalah seorang CEO/Dirut BUMN yang tergolong hebat. Fotonya saya pampang di dinding ruang kerja saya, bersama foto beberapa CEO BUMN yang hebat lainnya.

Rabu, 05 Maret 2014

TELAH HADIR! SEPATU DI 19 NEW VERSION

Yuhuuy! Telah hadir sepatu DI 19 edisi terbaru. Buatan dalam negeri, kualitas dijamin okee. Oh iya, sepatu ini biasa dipakai oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Oiya nama sepatu DI 19 ini nggak sembarangan lho, ada filosofinya. Ehm.. Tersedia dalam ukuran 38-44. Menteri aja make sepatu ini, masa kita enggak? hihi.

Minat? Bisa PM ke Facebook ( Aina Ulfa ) atau Twitter @ainaaulfa [ akun facebook dan twitter ada di sebelah kiri blog ] Yuuk yuuuk jangan sampai ketinggalan, langsung order aja broo!:)


Senin, 30 Desember 2013

Lega Tidak Impor dan Lega di Godean

Manufacturing Hope 109






Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN


Inilah berita yang paling menggembirakan bagi bangsa Indonesia di akhir tahun 2013 ini: Indonesia berhasil tidak impor beras lagi. Ini karena pengadaan beras oleh Bulog mencapai angka tertinggi dalam sejarah Bulog. Sampai tanggal 25 Desember kemarin Bulog berhasil membeli beras petani sebanyak 3,5 juta ton. 
Inilah berita yang paling menggembirakan seluruh petani desa Godean, Sleman, Yogyakarta: tanaman padi mereka berhasil mencapai masa panen dengan selamat. Tanggal 3 Januari minggu depan mereka mengundang saya untuk ikut panen raya.

Minggu, 22 Desember 2013

Lima Sendok Listrik untuk Bintuni dan Sebatik

Manufacturing Hope 108

Oleh Dahlan Iskan Menteri BUMN 





Bintuni minggu ini sudah akan berbeda dengan Bintuni minggu lalu. Berbeda pula dengan Bintuni dua tahun silam, saat saya masih menjabat Dirut PLN. Minggu ini Bintuni adalah Bintuni yang berlistrik.

Bukan lagi Bintuni yang gelap gulita, yang dari kegelapannya itu bisa melihat gemerlap cahaya listrik LNG Tangguh di seberang laut sana.

Minggu, 08 Desember 2013

Kekalahan Kebaikan oleh Fitnah

Manufacturing Hope 106




Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Saya punya kebiasaan yang mungkin bisa membahayakan diri saya sendiri, yaitu selalu meneruskan (forward) SMS, BBM atau e-mail kepada direksi-direksi BUMN yang terkait. SMS, BBM atau e-mail itu datang dari mana-mana, baik perorangan atau lembaga.

Banyak sekali SMS, BBM atau e-mail yang saya terima setiap harinya. Ada yang menghujat, ada yang memuji, ada juga yang memberi saran. Misalnya saya baru saja mengemukakan sebuah ide, tidak lama kemudian masuklah berbagai tanggapan, masukan dan kritik atas ide tersebut.

Ide membeli peternakan di Australia, misalnya, termasuk yang banyak mendapat tanggapan. Bahkan banyak juga e-mail yang menawarkan kerjasama. E-mail seperti itu langsung saya forward ke direksi yang terkait. Ada yang saya beri komentar, ada juga yang tidak. Akan diapakan masukan-masukan itu terserah direksi yang bersangkutan.

Minggu, 01 Desember 2013

Manajemen dengan Tiga Musuh Baru

Manufacturing Hope 105





Para direksi BUMN kini menghadapi ujian alam: menghadapi gejolak ekonomi. Terutama ketika dolar mencapai Rp 12.000 seperti yang terjadi sejak pekan lalu. Semangat untuk maju yang sudah dibangun menggebu-gebu, kini harus berhadapan dengan jurang.

Risiko-risiko perusahaan kini menganga di depan mata. Dalam menghadapi situasi seperti ini semangat saja tidak lagi cukup. Antusias dan integritas saja tidak memadai. Harus ada plus plusnya.

Kini fokus direksi tidak hanya bagaimana maju, tapi juga bagaimana tidak berhenti di tempat, tidak mundur, dan lebih-lebih tidak hancur. Kalau fokus di masa normal adalah bagaimana bisa maju, di masa gejolak ekonomi seperti sekarang ini fokusnya bercabang-cabang: efisiensi, kreatif, inovatif, dan siap-siap potong kegiatan, potong anggaran, dan potong perencanaan.

Minggu, 24 November 2013

Senyum Tulus Marketing Para Dirut

Manufacturing Hope 104




"Senyum saya sudah betul, Pak?" tanya seorang direktur utama BUMN kepada saya melalui SMS. Dirut tersebut prestasinya luar biasa hebat. Tapi, senyumnya juga luar biasa pelit.

Setiap kali bertemu sang Dirut saya memang terus mempersoalkan wajahnya yang selalu tegang. Dan kaku. Dan cemberut.

"Anda itu Dirut yang hebat," kata saya. "Kalau bisa sering tersenyum, Anda akan lebih hebat," tambah saya.

Senin, 18 November 2013

Mengukur Kerumitan Pangkalan Susu

Manufacturing Hope 103



Sudah pukul 20.30, perjalanan darat dari Medan ke Pangkalan Susu baru dapat setengahnya. Manufacturing Hope ke-103 ini belum ditulis. Redaktur media sudah menunggu. Jam segitu tulisan ini biasanya sudah terkirim.

Tadi malam saya harus ke Pangkalan Susu, tiga jam perjalanan darat dari Medan. Di Pangkalan Susu ini sedang dibangun proyek pembangkit listrik paling besar di Sumatera: PLTU 2x200 MW. Saya harus bermalam di proyek ini. Mengapa?

Seharusnya proyek ini sudah jadi. Dan Sumatera Utara tidak kekurangan listrik. Tapi nyatanya tidak demikian. Bangunan dan mesin-mesinnya sendiri sudah selesai dipasang tapi belum bisa dites. Perlu listrik 6 MW untuk tes satu per satu peralatan yang sudah dipasang itu. Sumber listrik yang ada tidak sampai segitu. Hanya bisa untuk tes bagian-bagian mesin yang kecil.

Minggu, 17 November 2013

Si Pengasah RNI dari Kusam Jadi Berkilau ~ Ismed Hasan Putro



Awalnya, Ismed Hasan Putro bukanlah seorang pebisnis. Tetapi jalan hidupnya justru mengantarkan Ismed sebagai Presiden Direktur PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), sebuah perusahaan BUMN yang merugi.

Pada 2011 Ismed dipercaya untuk menahkodai RNI yang mengalami kerugian sekira Rp64 miliar. Namun hanya dalam kurun waktu satu tahun, dia mampu mengubah rapor keuangan RNI dari kusam menjadi berkilau.

Berbagai cara dilakukannya demi menyelamatkan RNI agar tidak bangkrut. Upayanya pun berbuah manis. Perusahaan pelat merah itu mampu mencetak laba hingga Rp463 miliar pada tutup buku 2012.

Semasa meniti karier, Ismed mengaku, banyak mendapat kenikmatan dari Yang Maha Esa. “Bahkan saya tidak pernah melamar kerja sekali pun. Setelah lulus dari Universitas Indonesia (UI), saya mendapat tawaran-tawaran kerja dari rekan atau orang kenalan saya,” ujar Ismed belum lama ini.

Lagi, Dahlan Iskan Bikin Malu Pejabat



Oleh: Joko Intarto*


Ada pejabat yang marah-marah ketika ditolak masuk pesawat karena terlambat. Ada pejabat yang ngamuk hanya gara-gara tasnya harus masuk bagasi pesawat. Bahkan ada pejabat yang akhirnya diadili karena menampar pramugari yang menegurnya.

Pejabat itu sejatinya adalah pelayan rakyat. Walau bernama menteri sekali pun, posisinya adalah ‘’jongos’’, sementara rakyat adalah ‘’majikan’’. Maka menjadi sangat aneh kalau ada pejabat yang banyak tingkah. Bukannya melayani malah minta dilayani rakyat.

Prinsip pejabat sebagai ‘’babu’’-nya rakyat itu rupanya dihayati Dahlan Iskan. Ketika melihat tiga bule asal Belanda mengalami masalah tidak boleh naik ke pesawat Garuda Indonesia GA319 dari Surabaya menuju Jakarta,  Sabtu (16/11), Dahlan segera turun tangan.