Sabtu, 21 April 2018

Sendiri Lagi


Back to realita katanya.
Realita bahwa besok pagi UAS PHI 😃



Kemarin menghadiri pernikahan di Halim, pertama kalinya dateng ke nikahan yang bukan memakai adat jawa, kali ini perpaduan antara upacara adat minang dengan upacara pedang pora. Keren gitulaaa.

Setelah selesai acara entah kenapa langsung pengen banget pulang hari itu juga. Bapak, ibuk, mas, mbak juga langsung pulang dengan transportasi mereka masing-masing. Meski sa sudah membeli tiket pulang Ahad malam, ntah kenapa mereka iyaiya aja ketika sa pengen cari tiket lagi untuk hari itu. Langsunglah gass ke Gambir diiringi kemacetan yg sampe bikin ngantuk. Btw keren kangojeknya nyalipnyalip di tengah macet. Haha. Kebetulan di Monas lagi ada acara bagi-bagi sembako atau apalah itu. Makin bikin macet.

Drama hari itu dimulai. Sampe Gambir tiket hari itu sudah habis. Ala-ala nungguin ada yg ngebatalin tiket, mulailah ngegembel dari jam 4 sampe jam 7 malem. Gambir ramai, loket antrean ramai, sendirian, lengkap sudah. Hari itu tiket ke berbagai tujuan udah pada habis, efek liburan kejepit kali. 3 jam dengan hasil nihil. Kecewa dong ya pastinya. Akhirnya menyerah juga. Nggak jadi bisa pulang hari itu.

Malam ini kesampaian pulang. Sangat menikmati perjalanan sendirian dengan segala dramanya. Banyak pengalaman baru. Semoga lain waktu diberi kesempatan melakukan perjalanan sendirian lagi. Seneng sih bisa jadi tau gimana harus mengatur diri sendiri di tengah keramaian tanah orang, gimana ngatur uang biar nggak berlebihan menggunakannya. Gitu sih. Tp tetep aja rasa kesepian pasti ada. Hwahwa.


Cukup deh ceritanya.
Sekian dan terima kasih.
Btw Argo Lawu malam ini memuaskan, berangkat tepat waktu. Sebenarnya Taksaka kemarin memuaskan juga, gerbong dan seisinya kelihatan baru, nyaman, cuma karena kendala teknis harus molor 2 jam dari jadwal :")

Rabu, 18 April 2018

Pertemuan Itu


Pertemuan adalah salah satu cara membebaskan rasa

Saya selalu senang berkumpul dengan teman-teman. Senang berbagi cerita. Senang mendengarkan cerita. Banyak bicara meski kadang menjadi pendiam di suatu keadaan. Ada rasa bahagia di saat dapat berbaur dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar saya. Entah itu keluarga, teman, bahkan orang yang baru saya kenal sekalipun.

Saya bahagia, selalu ada cerita baru, pengalaman baru, dan juga kenangan yang mengharu ketika bertemu dengan sesama. Dari situ banyak hal baru yang saya dapatkan. Bagaimana saya bisa memposisikan diri ketika berada di antara banyak orang, bagaimana saya bersikap terhadap orang lain, dan hal-hal lain yang secara tidak langsung menjadi pembelajaran ketika bertemu dan berkumpul dengan orang lain.

Seperti Minggu (07/04) lalu, entah kenapa saya begitu bahagia bisa bertemu dengan kawan-kawan saya, sekedar melegakan rasa. Terima kasih untuk semua yang selalu bisa membuat bahagia. Semoga silaturahmi tetap terjalin. Semoga rasa ini segera terbebaskan. Semangat berjuang :')

Selasa, 10 April 2018

Cara Kami Mensyukuri Kelulusan


Foto Aina Ulfa.

Foto : Habis bagi-bagi, jalan bareng di tengah terik matahari menuju 0 km buat foto seangkatan.


Pagi itu, dua tahun yang lalu, bareng-bareng satu angkatan menuju gedung DPRD DIY bergabung dengan pelajar Kota Yogya lainnya dalam acara #Sungkem2016. Setelah itu berpencar menurut sekolahnya masing-masing untuk melanjutkan kegiatan berbagi nasi bungkus dan susu kedelai. Kebetulan sekolah kami mendapat spot bagi-bagi di sepanjang Jalan Malioboro dan berakhir di Nol KM.


Meski pengumuman kelulusan kurang begitu greget — sangat optimis lulus, masalah biji urusan mburi 😂 (kata seorang teman), beginilah cara sederhana kami dalam rangka tasyakuran kelulusan yaitu dengan berbagi nasi bungkus dan susu kedelai. Tidak ada corat-coret karena seragam yang kami miliki kami kumpulkan kemudian akan disalurkan kepada yang membutuhkan — kabarnya akan disalurkan ke NTT. Meski sederhana tetapi para tukang becak dan andong di Jalan Malioboro tadi mengapresiasi kegiatan pelajar kota dalam rangka kelulusan ini, "Sae mbak, daripada wor-wor coret-coret ngganggu wong lio, ngene ki luwih bermanfaat. Jempol wis."


Dalam suasana bahagia, terselip rasa sedih yang lumayan ngena. Btw selamat untuk teman-teman seperjuangan. Selamat ya, selamaaaaat banget bisa berada di nomor 3 se-DIY. Terharu e 
Dua tahun telah berlalu, berpencar sendiri-sendiri mengejar impian yang sedang diperjuangkan. Selamat berjuang teman-teman, semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala hal. Sampai jumpa lagi dalam suasana baru dan dalam keadaan yang tentu jauh lebih baik dari saat itu.